Sabtu, 14 Februari 2015

7 Tips Menjaga Kesehatan Mata

7 Tips Menjaga Kesehatan Mata

Tahukah Anda bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 180 juta orang di dunia yang memiliki gangguan penglihatan, dan sekitar 40-45 juta di antaranya buta? Setidaknya 7 juta orang di dunia menjadi buta setiap tahun. Tragisnya, sebanyak 80% kasus kebutaan dan kehilangan penglihatan yang serius sebenarnya bisa dihindari.
Oleh karena itu, jangan anggap enteng kesehatan mata Anda. Lindungilah mata dan penglihatan Anda dengan tujuh tips berikut:
1. Berhenti merokok
Anda pasti sudah tahu bahwa merokok merugikan kesehatan. Namun, mungkin Anda belum tahu bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan masalah mata. Jika Anda perokok, Anda berpeluang mengembangkan sejumlah penyakit mata seperti katarakdegenerasi makula, sindrom mata kering dan kerusakan saraf optik. Jika Anda sudah mencoba untuk berhenti merokok sebelumnya dan gagal, cobalah lagi. Studi menunjukkan bahwa semakin banyak Anda mencoba untuk berhenti merokok, semakin besar peluang keberhasilan Anda.
2. Kendalikan tekanan darah dan gula darah
Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak diobati dapat memengaruhi penglihatan dan bahkan menyebabkan retinopati hipertensif, yaitu kerusakan retina karena tekanan darah yang terlalu kuat. Retina adalah lapisan jaringan di bagian belakang mata. Kerusakan retina menyebabkan penglihatan terganggu.
Diabetes adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa. Glukosa darah yang tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan retinopati diabetik dan komplikasi mata lain seperti glaukoma dan katarak. Bila Anda memiliki diabetes, sangat dianjurkan bagi Anda untuk makan makanan yang sehat, memeriksa gula darah secara berkala dan meminum obat atau mengambil suntikan insulin sesuai instruksi dokter.
3. Dapatkan nutrisi terbaik untuk mata
Lindungi mata Anda dengan makanan di piring Anda. Makanlah makanan yang kaya akan antioksidan. Antioksidan dapat melindungi dan memperbaiki sel-sel mata dan sel-sel tubuh secara keseluruhan dari kerusakan oleh radikal bebas. Buah dan sayuran berwarna-warni cenderung kaya akan antioksidan.
Selain antioksidan, vitamin A secara khusus sangat diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan mata. Vitamin A mendukung produksi rhodopsinyang merupakan pigmen mata yang sangat sensitif terhadap cahaya dan digunakan untuk melihat dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan penyakit yang disebut rabun senja (jawa: kotok ayam) di mana seseorang tidak bisa melihat di cahaya remang-remang. Wortel adalah sumber utama pro-vitamin A.
4. Lindungi mata dari sinar matahari
Paparan sinar matahari terus-menerus dapat menyebabkan katarak dan degenerasi makula. Hal ini karena sinar ultraviolet (UV) dari matahari menembus retina sehingga menyebabkan kerusakan mata. Untuk mencegah sinar UV yang berbahaya, pakailah kaca mata hitam yang dirancang khusus untuk melindungi mata jika Anda berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kacamata tersebut umumnya memberikan perlindungan UV hingga 99% atau 100%.
5. Gunakan pelindung mata
Jika Anda bekerja dengan bahan berbahaya, pakailah kacamata pelindung yang dapat melindungi mata Anda dari cedera, kerusakan, dan kebutaan. Kenakan kacamata atau helm berkaca ketika Anda mengendarai sepeda motor. Olahraga tertentu seperti tenis, hoki dan berenang juga dapat berisiko mencederai atau merusak mata. Pakailah pelindung mata seperti helm dan kacamata olahraga untuk melindungi Anda.
6. Lakukan kebiasaan yang baik untuk mata
Meskipun masalah mata umumnya berhubungan dengan kerusakan atau penuaan, masalah mata juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk. Berfokus pada jarak yang tetap dalam waktu lama, seperti menatap layar komputer atau membaca selama berjam-jam, adalah salah satunya. Otot-otot mata Anda akan terkunci pada posisi yang tetap sehingga kehilangan fleksibilitas, benda-benda yang sangat dekat atau sangat jauh menjadi terlihat kabur. Ambillah jeda istirahat dan alihkan pandangan Anda pada benda-benda yang jauh untuk membantu mencegah masalah ini. Latihan mata secara teratur juga dapat membantu memulihkan dan mencegah masalah penglihatan di masa depan. Contoh latihan mata ini adalah berselang-seling berfokus pada objek yang jauh dan dekat, serta berfokus pada objek yang sama dengan sudut berbeda-beda.
7. Kunjungi dokter mata Anda.
Kunjungilah dokter mata untuk memantau kesehatan mata Anda sebelum masalahnya timbul. Kunjungan ke dokter mata untuk pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap satu atau dua tahun sekali, lebih sering jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak. Segeralah mengunjungi dokter mata jika Anda mengalami infeksi mata atau gejala seperti penglihatan berkurang, penglihatan kabur, mata nyeri/kemerahan dan gatal-gatal di sekitar mata atau kelopak mata karena infeksi atau penyakit mata kronis yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen atau kebutaan.


Jumat, 13 Februari 2015

Selfie: Virus Anak Muda Sekarang?

Nona lica
Melihat kehidupan remaja saat ini di Indonesia memang sudah sangat beragam dan sangat maju. Salah satu faktor keberagaman dan kemajuan ini disebabkan semakin canggihnya tekhnologi. Dari mulai computer tabung sampai tablet, dari mulai telepon rumah sampai smart phone dan lain sebagainya. Memang kemajuan ini tak dapat dihindari karena kehidupan disekililing kita menuntut untuk itu, misalnya seorang ibu yang sudah tua mau tak mau harus mempunyai handphone untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya. Ini adalah salah satu manfaat dari tekhnologi khususnya dibidang komunikasi. Semakin canggihnya tekhnologi memang sepertinya sudah berdampak besar bagi perkembangan bangsa ini, khususnya bagi pemudanya karena kebayakan merekalah yang menggunakan tekhnologi ini.
Berbagai fenomena yang berhubungan dengan tekhnologi saat ini saya tertarik dengan fenomena yang sedang hangat dikalangan anak-anak muda yaitu selfie. Apa sih selfie itu?. Sefie berasalah dari bahasa inggris, di indonesia selfie juga dikenal dengan foto narsis. Foto selfie ini adalah jenis foto yang diambil oleh diri sendiri. Selfie biyasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama, pengambilanya bisa melalu kamera digital atau kamera handphone. Yang menarik dari selfie ini sendiri bagi saya adalah mengapa selfie ini sangat digemari anak-anak muda dari anak SMP hingga mahasiswa sekalipun. Mereka sepertinya gemar sekali dengan selfie ini. Dari pengalaman saya, kebanyakan wanitalah yang sering melakukan selfie.
Beberapa waktu yang lalau ketika saya bertemu dengan teman wanita saya saya melihat mungkin lebih dari 100 foto selfie pada hp nya. Bahkan sepertinya dia melakukan selfie dikelas ketika sedang kuliah. Tidak Cuma itu beberapa foto lainya juga ada yang dilakukan di kamar bahkan ditempat ibadah. Sangat mengherankan bagi saya kenapa ia bisa sampai segitunya dengan selfie, mungkin ia bisa dikatakan pecandu berat selfie. Dan hebatnya lagi pecandu narsis di Indonesia sudah sangat banyak artinya virus ini sudah berkembang pesat, hal ini diperkuat dengan banyaknya foto-foto selfie yang beredar di jejaring social. Melihat perkembangan selfie yang sangat pesat ini tentunya dimannfaatkan oleh pihak lain, yaitu dengan muncunya usaha produksi tongsis (tongkat narsis).
Selfie bagi saya adalah suatu bentuk aktualisasi diri, dan itu manjadi hal yang positif ketika selfie ini menghasilkan sebuah foto yang bernilai seni tinggi. Tapi jika keadaanya seperti sekarang ini anak-anak mudanya berlebihan dengan selfie maka selfie itu sendiri menjadi hal yang kurang baik.
Dari berbagai jawaban yang saya dapatkan mengenai alasan mereka para pecandu selfie melakukan selfie, kebanyakan mereka melakukan ini sebagai bentuk aktualisasi diri. dalam teori kebutuhan Maslow aktualisasi diri adalah kebutuhan paling akhir. Aktualisasi diri muncul seseorang sudah tercukupi kebutuhan fisiologisnya (makan, minum dsb), rasa aman, kebutuhan kasih sayang dan kebutuhan harga diri. Jadi melakukan foto selfie pada pandangan saya sebagai sebuah bentuk untuk mengembangkan potensi diri. Pada kasus dimana seseorang sangat menyukai selfie mungkin ada hubungannya dengan kepuasan tersendiri sehingga ia melakukannya berkali-kali.
Selfie sangat bermanfaat jika selfie menjadi media untuk mengaktualisasikan diri. Tapi jika selfie dilakukan berkali-kali dikelas saat kuliah apakah salah jika saya mengatakan selfie  sebagai virus anak muda jaman sekarang?.