![]() |
| Nona lica |
Melihat kehidupan remaja saat
ini di Indonesia memang sudah sangat beragam dan sangat maju. Salah satu
faktor keberagaman dan kemajuan ini disebabkan semakin canggihnya
tekhnologi. Dari mulai computer tabung sampai tablet, dari mulai telepon
rumah sampai smart phone dan lain sebagainya. Memang kemajuan ini tak
dapat dihindari karena kehidupan disekililing kita menuntut untuk itu,
misalnya seorang ibu yang sudah tua mau tak mau harus mempunyai
handphone untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya. Ini adalah salah satu
manfaat dari tekhnologi khususnya dibidang komunikasi. Semakin
canggihnya tekhnologi memang sepertinya sudah berdampak besar bagi
perkembangan bangsa ini, khususnya bagi pemudanya karena kebayakan
merekalah yang menggunakan tekhnologi ini.
Berbagai fenomena yang berhubungan dengan tekhnologi
saat ini saya tertarik dengan fenomena yang sedang hangat dikalangan
anak-anak muda yaitu selfie. Apa sih selfie itu?. Sefie berasalah dari
bahasa inggris, di indonesia selfie juga dikenal dengan foto narsis.
Foto selfie ini adalah jenis foto yang diambil oleh diri sendiri. Selfie
biyasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama, pengambilanya bisa
melalu kamera digital atau kamera handphone. Yang menarik dari selfie
ini sendiri bagi saya adalah mengapa selfie ini sangat digemari
anak-anak muda dari anak SMP hingga mahasiswa sekalipun. Mereka
sepertinya gemar sekali dengan selfie ini. Dari pengalaman saya,
kebanyakan wanitalah yang sering melakukan selfie.
Beberapa waktu yang lalau ketika saya bertemu dengan
teman wanita saya saya melihat mungkin lebih dari 100 foto selfie pada
hp nya. Bahkan sepertinya dia melakukan selfie dikelas ketika sedang
kuliah. Tidak Cuma itu beberapa foto lainya juga ada yang dilakukan di
kamar bahkan ditempat ibadah. Sangat mengherankan bagi saya kenapa ia
bisa sampai segitunya dengan selfie, mungkin ia bisa dikatakan pecandu
berat selfie. Dan hebatnya lagi pecandu narsis di Indonesia sudah sangat
banyak artinya virus ini sudah berkembang pesat, hal ini diperkuat
dengan banyaknya foto-foto selfie yang beredar di jejaring social.
Melihat perkembangan selfie yang sangat pesat ini tentunya dimannfaatkan
oleh pihak lain, yaitu dengan muncunya usaha produksi tongsis (tongkat
narsis).
Selfie bagi saya adalah suatu bentuk aktualisasi
diri, dan itu manjadi hal yang positif ketika selfie ini menghasilkan
sebuah foto yang bernilai seni tinggi. Tapi jika keadaanya seperti
sekarang ini anak-anak mudanya berlebihan dengan selfie maka selfie itu
sendiri menjadi hal yang kurang baik.
Dari berbagai jawaban yang saya dapatkan mengenai
alasan mereka para pecandu selfie melakukan selfie, kebanyakan mereka
melakukan ini sebagai bentuk aktualisasi diri. dalam teori kebutuhan
Maslow aktualisasi diri adalah kebutuhan paling akhir. Aktualisasi diri
muncul seseorang sudah tercukupi kebutuhan fisiologisnya (makan, minum
dsb), rasa aman, kebutuhan kasih sayang dan kebutuhan harga diri. Jadi
melakukan foto selfie pada pandangan saya sebagai sebuah bentuk untuk
mengembangkan potensi diri. Pada kasus dimana seseorang sangat menyukai
selfie mungkin ada hubungannya dengan kepuasan tersendiri sehingga ia
melakukannya berkali-kali.
Selfie sangat bermanfaat jika selfie menjadi media
untuk mengaktualisasikan diri. Tapi jika selfie dilakukan berkali-kali
dikelas saat kuliah apakah salah jika saya mengatakan selfie sebagai
virus anak muda jaman sekarang?.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar